Berita

Penggerakan Tanah di Cianjur, 16 Rumah Rusak

Terjadi bencana alam di daerah Kabupaten Cianjur, tepatnya di Desa Rawabelut Kecamatan Sukaresmi. Bencana tersebut adalah pergerakan tanah yang terjadi cukup besar sehingga mengakibatkan 16 rumah warga rusak. Para pengghuni rumah tersebut pun terpaksa harus diungsikan. Jumlah warga yang harus mengungsi sampai hari ini ada 84 orang. Lokasi mengungsi dilakukan ke rumah kerabat yang dianggap lebih aman dan tidak akan terjadi lagi hal yang sama dalam waktu dekat.

Pergerakan Tanah Akibat Curah Hujan

Kepala desa Rawabelut, Syarif Hidayat mengatakan bahwa pergerakan tanah ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi secara terus menerus. Akibatnya ada beberapa titik di desa mulai dari perkampungan hingga terjadi di jalan, tanah bergerak dengan ukuran yang cukup lebar. Ini menggemparkan warga dan menjadi ketakutan tersendiri untuk warga. Setelah kejadian ini banyak warga yang merasa tidak aman untuk tidur di malam hari khawatir terjadi lagi pergerakan pada tanah di sekitarnya.

Kejadian pergerakan tanah diakibatkan oleh adanya perpindahan tanah atau batuan di dalam tanah baik secara mendatar ataupun miring sehingga menjadi berbeda dibandingkan dengan semula. Akibat dari pergerakan ini kemungkinan tanah amblas sering terjadi. Selain itu, akibat pergerakan tanah yang besar akan memicu longsoran di daerah yang miring. Pergeseran termasuk ke dalam bencana alam dan bisa terjadi di darah dengan beban tanah yang berat atau komposisi tanah yang tidak mampu bertahan akibat curah hujan.

Indonesia memiliki kondisi yang cukup riskan di mana resiko pergerakan tanah ini tinggi. Di beberapa daerah telah terjadi banyak pergeseran dan memakan korban material di mana rumah rumah menjadi rusak. Para penghuninya pun mau tidak mau harus mengungsi supaya tidak kehilangan nyawanya. Untuk korban jiwa, masih bisa dikendalikan karena pergerakan tanah tidak seperti gempa bumi sehingga kepanikannya relatif rendah.

Kepanikan sering terjadi pada saat pergerakan di dalam tanah. Orang orang akan merasa seperti terjadi gempa bumi namun bersifat lokal. Yang lebih merasakan adalah rumah yang ada di bidang miring di mana longsoran bisa saja terjadi dan menyebabkan lebih banyak lagi korban bangunan dan korban jiwa. Pergeseran juga bisa terjadi di sekitar bantaran sungai besar.

Evakuasi Warga Bisa Dilakukan

Sekretaris BPBD Cianjur, Mokhamad Irfan Sofyan mengatakan bahwa hingga saat ini sudah ada pihak BPBD yang diterjunkan ke lokasi supaya bisa melakukan asesmen casino online dan pemantauan. Jika memungkinkan dilakukan penelitian mengenai kondisi tanah yang mungkin bisa berbahaya untuk warga ke depannya. Jika pergeseran terus menerus terjadi dan meluas maka bukan hal yang tidak mungkin tim BPBD akan melakukan evaluasi ke tempat tempat yang lebih aman akan tidak ada korban lagi.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan pergerakan tanah baiknya lebih waspada terutama pada saat musim hujan dan curah hujan tinggi. Jika sudah terlihat tanda tanda pergerakan tanah maka lebih baik segera mengungsi dan melaporkan kejadian ini kepada pihak yang terkait untuk ditindak lanjuti sehingga tidak memunculkan korban. Adapun Cianjur dan Sukabumi termasuk ke dalam zona rawan. Pergerakan tanah yang terjadi di Rawabelut bukan kejadian pertama, pada tahun 2014 dan 2016 pun terjadi hal yang sama. Artinya ada hal secara alami yang terjadi dalam kurun waktu berkala dan ini perlu dilakukan penelitian untuk membuktikannya. Pergeseran tanah hingga lebar 2 meter bisa berbahaya dan memakan korban jiwa.

Back To Top